Unlimited

Hello there! My name's Haura. 17 yo. I sing, eat cookies, fight dragons, and sometimes write. Daily music listener and a student. Lovatic. St. follow me
Recent Tweets @hauratic

(via jemistrys)

Nay

alay level : impossssssibru

HAPPY BIRTHDAY NUR INTAAAN! Selamat ulangtahun ya Nay. Ngga nyangka kamu udah 17 tahun, pantesnya sih 13 tapi ya yaudahlah ya. Selamat menanggung hidup tua! Selamat buat KTP! Semoga kamu bisa makin imut lucu ngegemesin caem *muntah* semuanya deh ya yang baik baik aja. Semoga doamu bisa dikabulkan. Maaf ya, nggak bisa kasih surprise, aku nggak bisa pulang soalnya ada acara pelepasan kelas 12 dan aku padus, tadinya sih mau gitu kasih surprise si intan manda anis, tapi kata intan, mandanya ga bisa. Yasudah deh sedihnya. Nanti aja ya surprisenya suatu saat, kadonya nyusul oke :))

Semoga harimu menyenangkan yaa! Ntar kalau ketemu traktiran! Jangan lupa anak satu masih utang kado nih sama *batuk* ehm yang tanggal 20 ultah itu loh *batuk* hahaha :p #pengenbangetdikasihkado

Yaudah, sekian dulu nay. Missyulupyu, happy birthday! :*

17?

Gue 17 tahun sekarang. Tua yah. Nih lagi ngurusin buat ktp.

Kemaren dirayain kecil-kecilan doang. Sama keluarga jakarta aja. Lengkap dengan sepupu sepupu super unyu yang masih kecil-kecil. Pas mau niup lilin, gue udah narik napas, siap siap niup, “cess” apinya mati duluan ditiup sepupu sepupu gue. #duduksuramdipojokan

Makasih untuk ucapan dan doa dari temen, keluarga, semuanya. Semoga gue bisa jadi lebih baik.

worldoffeelings:

“I’m excited to represent my generation. And I’m ready to find the winner..”

(via demibells)

“Kali ini, aku tidak berharap banyak. Bukan berarti aku seorang yang lemah, bukan berarti aku gampang menyerah, atau apalah. Aku hanya tau akan kebenarannya. Kondisi yang tidak memungkinkan. Dan, kau taulah, keinginan pun tak ada. Mau jadi apa.”

Kadang kita tau, tapi kita berpura-pura tidak tau. Sekedar untuk membuat semuanya lebih simpel. Kadang kita terlalu sibuk menghadapi masalah masalah, sampai kita lupa untuk menikmati hal kecil yang ada di sekitar kita. Jenuh. Bukan sukses atau bahagia, tapi jenuh, kalau yang dipikirkan hanya bagaimana tujuanmu itu harus tercapai. Jangan berharap terlalu besar. Emang, nggak salah. Tapi jangan berambisi terlalu besar. Atau kau akan jatuh begitu jauh, apabila semesta ini tidak mendukung. Bahkan bisa gila. Kadang penyesalan selalu di akhir. Ah, penyesalan memang selalu di akhir. Susah untuk menghindarinya kecuali kau memang punya tekad. Kecuali kau berfikir jauh. Kadang kita nggak mau untuk bersedih, tapi kenyataan memaksa kita untuk itu.

They say bad things happen for a reason.

Are they?

Mungkin. Ya, tapi nggak mungkin sesuatu terjadi di kehidupan ini tanpa makna. Tanpa hikmah. Pasti ada. Mungkin kita hanya kurang teliti. Bahagia itu sederhana. Bagi sebagian orang. Ya, jangan memaksa semesta untuk membuatmu bahagia. Carilah kebahagiaan itu. Jangan ribet, gausah rumit. Egomu terlalu besar. Selalu ingin diberi. Apakah membuat seseorang bahagia, tidak membuatmu bahagia?

Kadang kita bertanya, apa yang orang lain telah lakukan? kenapa harus aku? kenapa aku lagi?, ini bukan soal siapa yang melakukan lebih banyak, tapi lihat bagian positifnya, kamu membantu, bukan berarti pembantu, kamu adalah ikhlas, kamu memberi manfaat. Apa nggak capai, terus bergantung dan tidak bisa sendiri. Tidak selalu diatas, tidak selalu dibawah. Kau jangan menuntut, kau hanya butuh percaya akan roda kehidupan. Pun dengan usaha. Kebiasaan membuat kita lebih nyaman. Saat dihadapkan pada hal asing, kita harus lagi beradaptasi, jangan malas. Jangan menutup diri, kebahagiaan ada dimana saja, bahkan dalam apa yang tidak kita sukai.

Happiness is not something ready made. It comes from your own actions” 

..

Some say don’t expect much and you won’t be disappointed.

Ini cerita nyata. But it will sound surreal.

So it started this afternoon, around 3pm. Gue lagi sendirian, tenang, nonton Masterchef Australia. Nenek kakek pergi. Gue di rumah cuma sama si mbak. Lalu….telefon rumah berdering. Mager banget buat ngangkat, karena mungkin udah hampir 5 minggu gue nggak ngangkat telefon. But then I still picked it. Di sebrang sana terdengar suara bapak bapak, lalu terjadilah sebuah percakapan:

Bapak2 : “Halo…”
Gue : “Iya….”
Bapak2 : “Ada bapak?”
Gue : “Lagi keluar”
Bapak2 : “Hm, kalau istrinya?”
Gue : “Lagi keluar juga…”
Bapak : “Oh gitu ya, anda siapa?”
Gue : “Cucunya”
Bapak2 : “Oh, cucunya…namanya siapa?”
Gue : “Hm..Oya” (yea my family call me that)
Bapak2 : “Oh oya, umurnya berapa ya?”
Gue : “16 tahun”
Bapak2 : “Oh sudah besar dong ya..”
Gue : “Hm”
Bapak2 : “Jadi gini, kami dari telkom ingin mengabarkan kabar gembira……….tadi malam baru aja di temukan makhluk berkolor ijo. Jadi tolong ya, Oya, untuk Oya dan keluarga, kalau habis mandi jangan pake kolor ijo, pokonya jangan yah, tolong bilangin ke anggota keluarga yah Oya jangan pakai kolor ijo bla bla bla kolor ijo bla ijo kolor…..”
Gue : “….”

Sejurus kemudian gue tutup telefonnya walau si “Bapak-bapak-dari-telkom-sedikit-sedeng” ini masih ngoceh tentang dunia kolor ijo. What the actual fuckkkk, gue langsung pusing. Seriously. Is this real life